Kamis, 13 Maret 2014

Pengertian Hosting dan Jenis-jenisnya

Pengertian Hosting. Hosting berasal dari kata “host” yang berarti tuan rumah atau menerima tamu. Hosting merupakan jasa layanan internet untuk menempatkan halaman website Anda agar bisa online. Hosting sendiri menyediakan server-server yang disewakan sehingga memungkinkan individu atau organisasi menempatkan data atau informasi di internet berupa DNS, EMAIL, FTP, atau HTTP. Server hosting terdiri atas dari sebuah server yang terhubung dengan jaringan internet yang mempunyai kecepatan tinggi. Pengertian hosting yang lain yaitu menyewa tempat untuk menyimpan data yang dibutuhkan oleh sebuah website sehingga bisa diakses melalui internet.

Penyewa hosting akan memiliki hak akses setelah menyewa/membelinya dan akan diberikan kontrol panel yang sudah terproteksi dengan username dan password sebagai admin websitenya. Sebuah hosting mempunyai kapasitas dengan ukuran MB (MegaByte) dan GB (GigaByte). Rata-rata penyewaan hosting adalah per tahun. Sekarang ini penyewaan hosting yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar banyak dijumpai baik di Indonesia maupun luar negeri. Lokasi peletakan data center (pusat data) hosting bisa bermacam-macam, ada di Amerika, Inggris, Singapura, dan ada yang di Jakarta dengan harga sewa yang bervariasi.

pengertian hosting
Image courtesy of SOMMAI / FreeDigitalPhotos.net

Jenis-jenis Hosting

Ada beberapa jenis layanan hosting diantaranya adalah Shared Hosting, Dedicated Server, Virtual Dedicated Server (VPS), dan Colocation Server. Berikut penjelasannya:

1. Shared Hosting merupakan server hosting yang dimiliki oleh pengguna satu dan pengguna lainnya yang bisa digunakan untuk beberapa domain (lebih dari satu nama domain). Hal ini berarti satu server memiliki beberapa akun yang dibedakan pada username dan passwordnya.

2. Dedicated Server merupakan penggunaan server yang tidak bisa dioperasikan dalam VPS (shared hosting) dan dikhususkan untuk aplikasi yang lebih besar. Server disediakan oleh perusahaan hosting yang bekerja sama dengan vendor.

3. Virtual Dedicated Server (VPS) atau Virtual Private Server merupakan server yang menggunakan lingkungan software OS (Operating System/Sistem Operasi) dari proses virtualisasi. Hal ini memungkinkan untuk menginstall OS yang bisa berjalan pada OS lain.

4. Colocation Server merupakan sebuah layanan penyewaan tempat atau lokasi untuk meletakkan server yang digunakan untuk hosting. Server disediakan oleh pengguna yang bekerja sama dengan vendor.

Ketika Anda ingin mempunyai website dengan hosting sendiri, maka yang Anda harus perhatikan adalah kebutuhan terhadap space dan bandwidth (space dibutuhkan jika Anda mempunyai artikel yang banyak dan bandwidth dibutuhkan ketika pengunjung website Anda banyak, memperhatikan fitur dan layanan pada hosting yang akan Anda sewa agar nanti mudaj menggunakannya, serta harga yang disesuaikan dengan kebutuhan dan budget Anda.

Demikianlah info yang dapat saya bagikan bagi anda yang masih belum paham akan apa itu pengertian hosting.

Pengertian CMS (Content Management System)


CMS adalah software yang digunakan untuk membuat, mengubah dan mempublikasikan content ke dalam sebuah website. Fasilitas yang umumnya terdapat dalam CMS sangat banyak, terutama yang berkaitan dengan publikasi isi website, pengaturan halaman, pengubahan isi, pencarian dan lain-lain. Sebuah CMS, dapat berbentuk program yang sederhana, atau dapat juga merupakan suatu program kompleks yang terdiri dari berbagai modul-modul sesuai dengan fasilitas yang terdapat didalamnya.

(CMS) – Content Management Penggunaan Content Management System tidak memerlukan pengetahuan pemrograman web yang handal karena proses instalasi dan cara penggunaannya sudah user friendly. CMS sendiri ada yang dibuat khusus menyesuaikan kasus yang ada dan biasanya berbayar dan ada yang berupa template instan yang fungsionalitasnya dibuat dengan menyeuaikan pada beberapa proses bisnis yang ada didunia nyata yang dapat digunakan secara gratis. Aplikasi Content Management System instant yang banyak terdapat di internet saat ini kebanyakan dibuat menggunakan scripting language PHP dan database-nya adalah MySQL. Saat ini perkembanganContent Management System cukup pesat, banyak vendor yang membuat CMS instant yang didistribusikan secara gratis. Perkembangan CMS instant ini juga dipicu oleh perkembangan web 2.0 yang memungkinkan interaksi dalam arti yang cukup luas antara pengelola web dan pengunjung web.
Selain perkembangan teknologi web dan infrastruktur internet, perkembangan pesat Content Management System juga dipicu oleh kebutuhan masyarakat dan pelaku bisnis yang menginginkan web dapat mendukung kegiatan bisnis mereka secara mudah dalam hal pengelolaan content, cepat dalam pembuatan web, serta murah dalam pengadaannya.

Keuntungan Menggunakan CMS

Manajemen data
Ini merupakan fungsi utama dari CMS. Semua data/informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data/informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, CMS juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan CMS biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis (WYSIWYG). Begitupula dengan proses ‘update’, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.

Mengatur siklus hidup website
Banyak CMS memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, masa/waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.

Mendukung web templating dan standarisasi
Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh CMS. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.

Personalisasi website
Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam CMS, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan CMS yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.

Sindikasi
Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga ‘backend scripting’. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.

Akuntabilitas
Oleh karena CMS mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.
CMS pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
a)      Mengelola website pribadi.
b)      Mengelola website perusahaan/bisnis.
c)      Portal atau website komunitas.
d)     Galeri foto, dan lain sebagainya.
e)      Forum.
f)       Aplikasi E-Commerce.
g)      Dan lain-lain.

Kekurangan CMS

  1. Mengharuskan menggunakan source kode yang kadang membingungkan.
  1. Ada beberapa fitur-fitur yang kurang terpakai, sehingga membuat jadi kurang efisien.
  1. Security lebih rawan terutama yg opensource, karna banyak orang yang tahu  tentang code dan kelemahannya.
  1. Template telah tersedia, sehingga kurang bias berekspresi.

Definisi Cloud Computing

Komputasi awan (Cloud Computing) adalah di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna atau client seperti desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.Cloud Computing (Komputasi awan) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan).


Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Komputasi awan (Cloud Computing) adalah suatu konsep umum tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas mencakup SaaS, Web 2.0 dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Appsmenyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.


Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (di dalam awan) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.


Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk men-support business process. Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yang di dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud). Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud/awan merupakan metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan computer, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya adalah suatu moda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut jurnal yang dipublikasikan IEEE.


Internet Computing / Cloud Computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain.


Cloud Computing secara sederhana adalah “layanan teknologi informasi yang bisa dimanfaatkan atau diakses oleh pelanggannya melalui jaringan internet”. Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara sharing yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik

Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”


Agar lebih mudah membayangkan skema Cloud Computing, silahkan lihat ilustrasi berikut:

Definisi Cloud Computing

Sekian saja yang sempat saya paparkan mengenai Pengertian Cloud Computing, semoga bisa memberikan manfaat bagi Anda.